welcome to medical blog welcome to medical blog welcome to medical blog welcome to medical blog

Rabu, 13 Juni 2012

PATOLOGI SISTEM INTEGUMEN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan dan melindungi terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".
      Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, kulit merupakan organ yang paling luas permukaan yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia.
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anak-anak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada orang-orang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan waktulama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yangmembuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit kulit,namun kesan umumsekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit padakulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol darikanker kulit dantrauma terkait.





1.2  Tujuan penulisan
a.       Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat mampu memahami patogenesis dan patofisiologi struktur dan fungsi sistem integumen.
b.      Tujuan khusus
Agar mahasiswa mengetahui dan memahami:
·         Peradangan pada kulit
·         Infeksi pada kulit
·         Alergi pada kulit

1.3  Sistematika penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
1.2  Tujuan penulisan
1.3  Sistematika penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sistem Integumen
2.2 Peradangan pada Kulit
2.3 Infeksi pada Kulit
2.4 Alergi pada Kulit
BAB III PENUTUP
      3.1 Kesimpulan
      3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Integumen
A.    Pengertian
Kata integumen ini berasal dari bahasa Latin "integumentum" yang berarti "penutup". Sistem integumen atau biasa disebut kulit adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan manusia terhadap lingkungan sekitarnya dan merupakan organ yang paling luas, dimana orang dewasa luasnya mencapai lebih dari 19.000 cm.
Sistem integumen meliputi kulit dan derivatnya. Kulit yang sebenarnya adalah lapisan penutup yang umumnya terdiri atas dua lapisan utama yang letaknya disebelah luar jaringan ikat, kendur. Sedangkan derivat integumen meliputi struktur-struktur tertentu yang secara ontogeni berasal dari salah satu dari kedua lapisan utama pada kulit yang sesungguhnya yaitu epidermis dan dermis. Stuktur-struktur tersebut mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir).

B.     Fungsi Integumen
1.      Perlindungan
Kulit yang menutupi sebagian besar tubuh memiliki ketebalan sekitar 1 atau 2 mm saja, padahal kulit memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap invasi bakteri dan benda asing lainnya.
2.      Sensibilitas
Ujung- ujung reseptor serabut saraf pada kulit memungkinkan tubuh untuk memantau secara terus menerus ke adaan lingkungan disekitarnya. Fungsi utama reseptor pada kulit adalah untuk mengindra suhu, rasa nyeri, sentuhan yang ringan dan tekanan (sntuhan yng berat). Berbagai ujung saraf bertanggung jawab untuk bereaksi terhadap setiap stimuli yang berbeda. Meskipun terbesar diseluruh tubuh, ujung-ujung saraf lebih terkonsentrasi pada sebagian daerah dibandingkan bagian lainnya. Sebagai contoh, ujung-ujung jari tangan jauh lebih terinervasi ketimbang kulit pada bagian punggung tangan.


3.      Keseimbangan Air
Stratum korneum (lapisan tanduk) memiliki kemampuan untuk menyerap air dan dengan demikian akan mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan pembertahankan kelembaban dalam jaringan subkutan.
4.      Pengaturan Suhu
Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil metabolisme makanan yang memproduksi energi. Panas ini akan hilang terutama lewat kulit. Tiga proses fisik yang penting terlibat dalam kehilangan panas dari tubuh ke lingkungan. Proses pertama, yaitu radiasi, merupakan pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah dan berada pada suatu jarak tertentu. Proses kedua, yang dinamakan konduksi, merupakan pemindahan panas dari tubuh ke benda lain yang lebih dingin  yang bersentuhan dengan tubuh. Panas yang dipindahkan lewat konduksi ke udara yang melingkupi tubuh akan dihilangkan melalui proses ketiga, yaitu konveksi, yang terdiri atas pergerakan massa molekul udara hangat yang meninggalkan tubuh.
5.      Produksi Vitamin
Kulit yang terpajan sinar ultraviolet dapat merubah subtansi yang diperlukan untuk mensintesis vitamin D (kolekalsiferol). Vitamin D merupakan unsur esensial untuk mencegah penyakit riketsia, suatu keadaan yang terjadi akibat defisiensi vitamin D, kalsium serta fosfor dan yang menyebabkan deformitas tulang.

C.    Komponen Integumen
Secara rinci, integumen dapat dibedakan atas:
1.      Kulit
Kulit adalah bagian terluar tubuh. Beratnya ± 4,5 kg menutupi area seluas 18kaki persegi dengan BB 75 kg. Dilihat dari strukturnya, kulit terdiri dari dua lapis, paling luar disebut Epidermis tersusun atas epithelium, skuamosa bergaris, dan lapisan di bawahnya disebut dermis tersusun dari jaringan ikat tidak beraturan. Kedua lapisan tersebut berlekatan dengan erat. Tepat di bawah dermis terdapat lapisan hypodermis atau fasia superficial yang terutama tersusun dari jaringan adiposa yang bukan bagian dari kulit. Lapisan ini banyak mengandung lemak.
Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh, mengikat kulit secara longgar dengan organ yang terdapat di bawahnya. Lapisan ini mengandung jumlah sel lemak yang beragam.

a.       Epidermis
Epidermis merupakan permukaan kulit paling luar dengan tebal ± 0,07– 0,12mm. Epidermis tersusun dari lapisan epitelium bergaris, mengandung sel-sel pigmenyang memberi warna pada kulit dan berfungsi melindungi kulit dari kerusakan oleh sinar matahari. Epidermis terdiri dari beberapa lapis sel. Lapis paling luar disebut stratum korneum, yang disebut juga lapisan bertanduk, karena lapisan ini tersusun dari sel-sel pipih berkeratin yang merupakan sel-sel mati. Keratin adalah suatu protein yang bersifat tahan air, jadi lapisan ini merupakan “mantel” tubuh alami yang melindungi jaringan-jaringan yang lebih dalam dari kehilangan air. Lapisan ini secara terus menerus mengalami gesekan dan mengelupas, namun secara terus menerus pula selalu diganti oleh sel-sel yang lebih dalam. Persis di bawah stratum korneum adalah stratum lusidium, yang nampak lebih terang disebabkan akumulasi dari molekul keratin. Di bawah stratum lusidium adalah stratum granulosum, merupakan daerah dimana sel-sel mulai mati karena terakumulasinya molekul bakal keratin yang memisahkan sel-sel ini dari daerah dermal. Lapisan epidermis yang berbatasan langsung dengan dermis adalah stratum germinativum, yang tersusun dari stratum spinosum dan stratum basal. Stratum germinativum tersusun dari sel-sel epidermal yang menerima nutrisi cukup daridermis. Sel-sel tersebut mengalami pembelahan dan menghasilkan berjuta-juta sel baru setiap hari. Sel-sel yang lebih tua akan terdesak keluar menjauhi sumber nutrisi, sehingga lambat laun akan mati dan mengalami keratinisasi. Sel utama kedua epidermis (setelah keratinosit) adalah melanosit, ditemukandalam lapisan basal. Perbandingan sel-sel basal terhadap melanosit adalah 10 : 1. Didalam melanosit disintesis granula-granula pigmen yang disebut melanosom. Melanosom mengandung biokroma coklat yang disebut melanin. Melanosom dihidrolisis oleh enzim dengan kecepatan yang berbeda-beda. Jumlah melanin dalam keratinosit menentukan warna dari kulit.

 Melanin melindungi kulit dari pengaruh-pengaruh matahari yang merugikan. Sebaliknya, sinar matahari meningkatkan pembentukan melanosom dan melanin. Orang Afrika-Amerika maupun keturunan Kaukasia mempunyai jumlah melanosit yang sama. Orang Afrika-Amerika mempunyai melanosom-melanosom besar yang tahan terhadap destruksi oleh enzim-enzim hidrolisis, sedangkan keturunan Kaukasia mempunyai melanosom yang kecil dan lebih mudah dihancurkan. Selain produksi melanin, warna kulit juga dipengaruhi oleh oksigenasi darah,darah dermal memasok warna merah melalui sel-sel lapisan lebih atas yang agak transparan, sehingga kulit berwarna merah. Bila darah dermal kekurangan oksigenatau tidak bersirkulasi dengan baik, kulit akan menjadi kebiruan atau disebut sianotik.
b.      Dermis
Dermis tersusun atas jaringan ikat, terdiri dari dua daerah utama, yaitu daerahpapilar dan daerah retikular. Seperti pada epidermis, ketebalannya tidak merata, misalnya dermis pada telapak tangan dan telapak kaki lebih tebal daripada di bagian kulit yang lain.
1)      Lapisan papilar merupakan lapisan dermal paling atas, sangat tidak rata, bagian bawah papila ini nampak bergelombang. Proyeksi seperti kerucut yang menjorok ke arah epidermis yang disebut papila dermal. Proyeksi tersebut diproyeksikan pada cap jari yang merupakan pola unik yang tidak berubah selama hidup. Jaringan kapileryang banyak pada lapisan papilar menyediakan nutrien untuk lapisan epidermaldan memungkinkan panas merambat ke permukaan kulit. Reseptor sentuhan juga terdapat dalam lapisan dermal.
2)      Lapisan reticular merupakan lapisan kulit paling dalam, mengandung banyak arteri dan vena,kelenjar keringat dan sebaseus, serta reseptor tekanan. Baik lapisan papilar maupun lapisan retikuler banyak mengandung serabut kolagen dan serabutelastin. Adanya serabut elastis tersebut menyebabkan kuilt orang muda lebihelastis, sedangkan kulit orang tua menjadi keriput karena serabut elastis danlapisan lemak subkutan menjadi sangat berkurang. Pada seluruh dermis juga mengandung fibroblas, sel-sel adiposa, berbagai jenis makrofag yang sangat penting bagi pertahanan tubuh dan berbagai jenis selyang lain.
Dermis juga memiliki banyak pembuluh darah, yang memungkinkan berperan melakukan regulasi suhu tubuh. Bila suhu tubuh meningkat, arterioldilatasi, dan kapiler-kapiler dermis menjadi terisi dengan darah yang panas.Dengan demikan memungkinkan panas dipancarkan dari permukaan kulit keudara. Bila suhu lingkungan dingin, maka panas tubuh harus disimpan, untuk itukapiler dermal berkontriksi sehingga darah tidak banyak menuju permukaan kulit,dengan demikian sedikit panas tubuh dipancarkan keluar tubuh.Dermis juga kaya akan pembuluh limfa dan serabut-serabut saraf. Banyak ujung saraf berakhir pada dermis berubah menjadi reseptor khusus, sehinggamampu mendeteksi perubahan perubahan yang terjadi di lingkungan yangkemudian disampakan ke otak.
2.      Derivat Kulit
Rambut, kuku, dan kelenjar kulit merupakan derivat dari epidermis meskipun berada dalam dermis, mereka berasal dari stratum germinativum yang tumbuh ke arah bawah ke bagian yang lebih dalam dari kulit.
a.       Kelenjar kulit
Kelenjar kulit dibedakan menjadi dua macam yaitu kelenjar sebasea (kelenjar minyak) dan kelenjar keringat.
1)      Kelenjar minyak Terdapat hampir di semua permukaan kulit kecuali di daerah-daerah yang tidak berambut seperti telapak tangan dan telapak kaki. Saluran kelenjar minyak biasanya bermuara pada bagian atas folikel rambut, tetapi pada beberapa terbuka langsung ke permukaan kulit, seperti pada glans penis, glans klitoris, dan bibir.Sekresi kelenjar minyak disebut sebum, merupakan campuran dari zat-zat berminyak dan pecahan-pecahan sel. Sebum berfungsi sebagai pelumas yangmemelihara kulit tetap halus, serta rambut tetap kuat. Kelenjar minyak menjadi sangat aktif selama pubertas sehingga kulit cenderung berminyak selama periodeini. Sering sebum mengumpul pada suatu tempat, mengering, dan kadangmengandung bakteri, membentuk gangguan kulit yang disebut“blackheads”. Kadang-kadang kelenjar minyak mengalami infeksi aktif membentuk “ jerawat”.

2)      Kelenjar keringatMerupakan kelenjar eksokrin yang ekskresinya dikeluarkan melalui pori-pori yang tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Kelenjar keringat dibedakanmenjadi dua macam berdasarkan sekresinya, yaitu: kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin, kelenjar ekrin tersebar di seluruh permukaan tubuh memproduksikeringat jernih yang terutama mengandung air, NaCl, dan urea, sedangkan kelenjar apokrin dijumpai pada ketiak dan daerah genital. Di sampingmensekresikan air, NaCl, dan urea, kelenjar ini juga mensekresikan zat dari bahandasar protein bersusu yang merupakan medium ideal untuk mikroorganisme yangberada dalam kulit.Kelenjar keringat berada di bawah pengendalian sistem saraf, merupakan bagianpenting dari alat regulasi suhu tubuh. Bila suhu lingkungan cukup panas, makakelenjar keringat akan mensekresikan keringat ke permukaan tubuh untuk kemudian diuapkan airnya. Penguapan ini menggunakan panas tubuh, sehinggapenguapan keringat berlaku sebagai sistem keadaan darurat untuk membebaskanpanas apabila sistem pendingin kapiler tidak bekerja dengan baik untuk memelihara homeostatis.Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa Latin:myo=otot), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan lamina basalis dibawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras kelenjar dan melepaskan sekret yangsudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel kelenjar dan kontraksi sel mioepiteldikendalikan oleh sistem saraf otonom dan hormon yang beredar dalam tubuh.
b.      Rambut
Rambut dijumpai di seluruh permukaan tubuh kecuali pada permukaan tangan,permukaan kaki, dan bibir. Rambut dibungkus oleh folikel rambut, yaitu suatu invaginasi epidermis yang terjadi selama periode pertumbuhan dengan suatu pelebaran ujung yang dinamakan bulbus rambut. Bagian rambut yang berada didalam folikel rambut disebut akar rambut. Rambut dibentuk oleh mitosis sel-selepithelial germinal yang mengalami deferensiasi menjadi sel-sel yang membentuk medula rambut, korteks rambut, dan kutikula rambut. Sel-sel yang lebih tua didesak menjauh dari daerah pertumbuhan ini, mereka mati dan mengalami keratinisasi,membentuk bagian membesar dari pangkal rambut.
Suatu rambut terdiri dari tiga lapis, bagian pusat disebut medula, yang dikelilingi pertama-tama oleh korteks pelindung dan kemudian oleh kutikula. Lukapada kutikula menyebabkan ujung rambut terbelah. Folikel rambut dipisahkan daridermis oleh membran hialin non seluler yang disebut membran glasi, yang merupakan penebalan dari membran basalis. Warna rambut ditentukan oleh jumlahpigmen dalam korteks rambut. Bila struktur rambut diamati dengan cermat, akan nampak umumnya tertanammiring pada kulit. Di bagian dalam dermis terdapat pita kecil dari otot polos yangdisebut pili arektor, menghubungkan salah satu sisi folikel rambut ke lapisan papiladermis. Bila otot ini berkontraksi pada saat dingin atau takut, maka batang rambutakan ditarik ke atas ke posisi yang lebih vertikal. Fenomena ini pada manusia sering disebut “tegak bulu roma”. Aktivitas otot pili arektor juga memberikan tekanankepada kelenjar minyak di sekitar folikel, menyebabkan sejumlah kecil sebumdibebaskan.Data tentang rambut:
1.Kecepatan pertumbuhan sehelai rambut: rata-rata 0,3 mm/ hari.
2.Kedalaman rambut di bawah kulit kepala: 4mm.
3.Diameter sehelai rambut: 45 mikron.
4.Dalam keadaan normal, sehelai rambut yang kering dapat diperpanjang 30%,sedang  rambut basah dapat diperpanjang 50%.
5.Jumlah rambut yang gugur setiap hari yakni 50- 100 helai.
6.Daya tahan rata-rat sehelai rambut: 100 gram.
7.Di atas 1 cm² kulit kepala kira-kira terdapat 200 helai rambut.
c.   Kuku
Kuku merupakan derivat epidermis yang berupa lempeng-lempeng zat tanduk terdapat pada permukaan dorsal ujung jari tangan dan jari kaki. Kuku terdiri daribagian akar dan bagian badan. Dilihat dari atas, pada bagian proksimal badan kukuterdapat bagian putih berbentuk bulan sabit yang disebut lunula. Warna putih lunuladisebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel kasar kuku dan kurang melekatnyaepitel dibawahnya sehingga transmisi warna pembuluh darah kurang dipancarkan.Seperti halnya rambut, kuku tersusun atas zat-zat mati, yaitu lapisan kompak dari epitel yang mengalami pertandukan.
Kuku tumbuh ke arah distal, meluncur diatas kulit dasar kuku yang dikenal sebagai hiponikium, yang melanjutkan diri keepidermis yang meliputi permukaan ventral jari-jari. Perluasan epidermis berzattanduk pada ujung proksimal lipatan kuku adalah eponikium atau kutikula.Kuku hampir tidak berwarna tetapi nampak kemerahan karena warna darahyang berada di dalam kapiler di bawah kuku. Bila seseorang mengalami sianotik karena kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan kuku berwarna biru.Bagian-bagian kuku adalah:
1.Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
2.Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagianpinggir dan atas.
3.Dasar kuku (nail bed):merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
4.Alur kuku(nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
5.Akar kuku (nail root):merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dindingkuku.
6.Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingidinding kuku.
7.Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kukuberbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
8.Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupibagian permukaan lempeng kuku.
9.Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (freeedge) menebal.
2.2 Peradangan pada Kulit
A. Definisi
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anak-anak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Ada baiknya mengetahui penyebab radang kulit. Hal ini dimaksudkan ketika penyakit ini datang bisa lebih mudah mencari obat untuk menyembuhkan radang kulit. Penyebab radang kulit diantaranya karena penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, alergi terkena bahan-bahan perhiasan imitasi, alergi terkena kain yang bersifat kasar, alergi dengan detergen ataupun cairan untuk mencuci lainnya, penggunaan jam tangan, alergi terhadap penggunaan ponsel bahkan alergi terhadap makanan tertentu.
Gejala yang ditimbulkan jika radang kulit ini hadir di kulit adalah akan timbul rasa yang sangat gatal yang dilanjutkan dengan timbulnya lepuhan di kulit yang berwarna merah. Lepuhah ini dapat pecah dan akan mengeluarkan cairan. Bila cairan ini dibiarkan akan mengering dan akan menimbulkan kerak pada kulit.
Jika gejala radang pada kulit sudah hadir maka hindari kontak dengan alergen (bahan yang menyebabkan alergi). Biasanya akan timbul kebingungan untuk mengingat bahan yang menyebabkan alergi. Namun yang bisa Kita perhatikan dimana letak radang kulit yang timbul. Jika terjadi muka, kemungkinan disebabkan pemakaian kosmetik yang tidak sesuai. Namun jika terjadi pada pergelangan tangan tempat dimana biasanya menggunakan jam tangan, kemungkinann karena tekananan pemakaian jam tangan tersebut.
Gejala radang yang ditemukan di daerah tempat pemakaian kosmetik bisa jadi disebabkan karena pemakaian perhiasan tersebut. Namun jika terjadi pada tangan dan jari-jari bisa jadi disebabkan karena penggunana deterjen ataupun penggunaan cairan untuk mencuci lainnya. Selain itu jika rasa gatal ini timbul, hindari untuk menggaruknya. Sebaiknya gunakan krim pelembab. Hal ini mencegah kulit mengering yang rentan menimbulkan rasa gatal. Obat anti alergi juga bisa menyembuhkan radang kulit. Jika sudah sangat mengganggu dan untuk menghindarkan terjadinya infeksi alangkah baiknya untuk memeriksakan kepada dokter agar diberikan penanganan untuk menyembuhkan radang kulit dengan lebih baik.



B. Penyakit Peradangan Pada Kulit
1. Dermatitis – Peradangan Pada Kulit
Penyakit dermatitis Dermatitis adalah suatu kondisi umum yang biasanya tidak mengancam jiwa atau menular. Tapi kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan percaya diri. Langkah perawatan diri dan obat-obatan dapat membantu mengobati penyakit dermatitis.
Pengertian dermatitis adalah istilah umum yang menggambarkan suatu peradangan pada kulit. Ada berbagai jenis dermatitis, termasuk dermatitis seboroik dan dermatitis atopik (eksim). Meskipun gangguan tersebut dapat memiliki banyak penyebab dan terjadi dalam berbagai bentuk, gambaran klinis yang ditimbulkan antara lain bengkak, memerah dan kulit gatal.
Dermatitis adalah istilah yang luas yang mencakup berbagai gangguan yang semua mengakibatkan ruam, merah gatal. Beberapa jenis dermatitis hanya mempengaruhi bagian tertentu dari tubuh, sedangkan yang lain dapat terjadi di mana saja. Beberapa jenis dermatitis memiliki penyebab yang diketahui, sedangkan yang lainnya tidak. Namun, penyakit dermatitis selalu berhubungan dengan kulit yang bereaksi terhadap kekeringan berat, menggaruk, zat iritasi, atau alergen. Biasanya, substansi yang datang dalam kontak langsung dengan kulit, tetapi kadang-kadang substansi juga datang karena ditelan (seperti alergi makanan). Dalam semua kasus, menggaruk terus menerus atau menggosok akhirnya dapat menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit.
Bagaimana Dermatitis Terjadi?
Dermatitis mungkin merupakan reaksi singkat untuk substansi. Dalam kasus seperti itu dapat menghasilkan gejala-gejala, seperti gatal dan kemerahan, hanya beberapa jam atau hanya satu atau dua hari. Dermatitis kronis bertahan selama jangka waktu tertentu. Tangan dan kaki sangat rentan terhadap dermatitis kronis, karena tangan sering kontak dengan zat-zat asing dan kaki berada di bagian bawah yang kondisinya hangat lembab sehingga penggunaan kaus kaki dan sepatu dapat mendukung pertumbuhan jamur.
Dermatitis kronis dapat mewakili salah satu kontak, jamur, atau penyakit kulit lainnya yang tidak cukup di diagnosis atau diobati, atau mungkin salah satu dari beberapa kelainan kulit kronis yang tidak diketahui asalnya. Karena dermatitis kronis menghasilkan retak dan lecet di kulit, semua jenis dermatitis kronis dapat menyebabkan infeksi bakteri. Terdapat berbagai jenis penyakit dermatitis, namun dermatitis kontak dan dermatitis atopik merupakan jenis yang paling sering ditemukan.
2.3 Infeksi pada Kulit
A. Defenisi
Penyakit infeksi kulit adalah penyakit yang paling umum, terjadi pada orang-orang dari segala usia. Sebagian  besar  pengobatan  infeksi kulit membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yang membuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit kulit,namun kesan umumsekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit padakulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol darikanker kulit dantrauma terkait. Penyakit kulit untuk sebagian orang terutama wanita akan menghasilkan kesengsaraan, penderitaan, ketidakmampuan sampai kerugian ekonomi. Selain itu,mereka menganggap cacat besar dalam masyarakat. Namun akibat kemajuanteknologi dan perkembangan ilmu kedokteran bekas luka kulit dapat berhasil dilepasdengan perencanaan plastik, terapi laser, pencangkokan kulit dan lain sebagainya.Gejala-gejala penyakit pada kulitdapat menjadi parah jika tidak diobati, kadang-kadang bahkan menyakitkan. Beberapa penyakit radang kulit dapat menyebabkan jaringan parut dan pengrusakan. Gejala-gejala penyakit kulit pun perlu dirawat untuk mengontrol tingkat keparahan dan perkembangannya.
B. Macam-Macam Penyakit Infeksi Pada Kulit
1.  Eksim(ekzema)Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatalterutama pada malam hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat gatal dan terasa panas.
Penyebabnyakarena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun kepekaan terhadapmakanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin, dllPencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi.
2. Kudis (Skabies)Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela jari tangan, di bawah ketiak, pinggang, alat kelamin, sekeliling siku, aerole (sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan.Kudis mudah menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung(handuk, pakaian, dll).Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya buruk, jadimemelihara kebersihan tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari penyakit kulit ini.
3. Kurap Penyebab : jamur Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-lingkaran, bersisik, lembab, berair,dan terasa gatal. kemudian timbul bercak keputihan.Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher, dan kulit kepala.
4. Bisul (Furunkel)Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulitmelalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudianmenimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lainkebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yangmenyumbat pori dan pemakaian bahan kimia.
5. Campak (Rubella)Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badanterasa lesu, tidak nafsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejalatersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagiantubuh.
6. Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacteriumlepra yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapatmenyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mata,otot, tulang, dan testis



Tanda pasti kusta adalah:
1. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa
2. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dankelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata
3. Pada pemeriksaan kulit BTA +
7. Lepra
Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakittersebut sudah akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat menjadi momok yang menakutkan.
8. Cacar air (Frambusia)Penyebab penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteriTrypanosoma. Penyakit ini sangat menular terutama melalui udara, pakaian, tempattidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari jauh kulit yang terkena Frambusiamirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil ranum. Gejala : Bintil,Frambus,Cacar Air.
9. Panu atau panau adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur,penyakit panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasagatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merahtergantung warna kulit si penderita.Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihankulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat jugadiobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panau.
10.Infeksi Jamur Kulit dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakantekstur kulit sehingga terlihat buruk.Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jikatidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebihluas.
2.4 Alergi pada Kulit
Jenis-jenis Alergi kulit :
A.    Alergi kulit jenis Dermatitis Atopik (Eksim)
Dermatitis atopik sering terjadi pada anak-anak, walaupun pada dewasa muda juga biasa terjadi dan bisa terus ke dalam kehidupan dewasa. Ruam dermatitis atopik terjadi di mana seseorang terkena goresan. Pada bayi, ruam terjadi di pipi dada, dan kulit kepala. Anak yang lebih besar dan dewasa biasanya memiliki ruam di kulit lipatan siku dan di belakang lutut, meskipun mungkin juga terjadi pada wajah, leher, tangan, kaki dan punggung. Ruam ini merah, sering serpih atau merembes, dan lepuh kecil atau benjolan. Sering terjadi excoriations atau daerah alergi kulit yang rusak dari agresifitas garukan.
B.     Alergi kulit jenis Urtikaria (Hives) dan Angioedema (Pembengkakan)
Urtikaria adalah sebuah ruam gatal yang dapat terjadi pada semua usia. Ruam ini muncul sebagai akibat pengangkatan benjolan merah dari berbagai bentuk dan ukuran, dan biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Pembengkakan kadang-kadang sejalan dengan urtikaria yang biasa disebut angioedema (biasanya pembengkakan pada bibir, mata, dan tangan dan kaki). Angioedema biasanya tidak gatal atau merah, ia cenderung untuk membakar, menyengat atau menyebabkan sensasi kesemutan. Parah pembengkakan ini kemampuan untuk bernapas bisa berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.
C.     Alergi kulit jenis Kontak Dermatitis
Kontak dermatitis ini disebabkan dari kontak kulit yang dapat menjadi alergi kulit dengan zat yang menyebabkan reaksi seperti ruam. Orang bereaksi terhadap berbagai bahan kimia, termasuk kosmetik, pewarna rambut, logam, obat topical, dan sebagainya. Contoh dari dermatitis kontak adalah ruam dari poison ivy, yang sangat gatal dan muncul sebagai lepuh cairan dan kerak setelah kontak dengan tanaman. Ruam dermatitis kontak ini dapat terlihat seperti dermatitis atopik, tapi bintik merah itu biasanya terletak hanya di daerah kontak dengan bahan kimia. Lokasi umum meliputi wajah, terutama kelopak mata, leher, tangan dan kaki.
Dermatitis Kontak untuk logam, seperti di perhiasan resleting pada pakaian, biasanya terjadi pada pergelangan tangan leher, tangan, telinga dan di pinggang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar